Sekretariatan Gedung AS Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141

Telp Humas : 0812-8455-8810
Email : perspolinema@gmail.com

Mahasiswa Polinema Rasakan Manfaat Mentoring Keagamaan, dari Ibadah hingga Kedisiplinan

Sesi Interaktif Bersama Pemateri (Zahi)

Pada 25 Oktober 2026, sejumlah mahasiswa baru Politeknik Negeri Malang (Polinema) merasakan dampak positif dari kegiatan mentoring keagamaan yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian Islam Politeknik (Rispol). Kegiatan tersebut dinilai mampu mendorong peserta membangun kebiasaan beribadah, meningkatkan kedisiplinan, serta melatih kemampuan mengatur waktu. Di sisi lain, pelaksanaan kegiatan pada dini hari dan sejumlah aspek teknis masih menjadi catatan bagi peserta.

Daffa dan Rangga, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, mengungkapkan bahwa kegiatan mentoring membantu mereka meningkatkan kedekatan spiritual dengan Tuhan. Keduanya merasakan perubahan dalam kebiasaan beribadah, terutama dalam melaksanakan salat dan membaca Al-Qur’an. Selain itu, materi mengenai salat, hijrah, dan pergaulan menjadi beberapa topik yang dinilai berkesan selama mengikuti kegiatan tersebut.

Manfaat serupa dirasakan Aul, mahasiswa Jurusan Akuntansi. Menurutnya, mentoring tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan sehari-hari. Kewajiban hadir sejak dini hari, misalnya, membantunya membangun kebiasaan bangun pagi dan menjalani aktivitas dengan lebih produktif. “Lebih produktif, Kak. Saya bangun pagi gara-gara mentoring,” ujar Aul.

Perubahan kebiasaan beribadah juga menjadi salah satu hal yang dirasakan Mika, mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga. Ia mengaku mulai membiasakan diri melaksanakan salat Subuh tepat waktu setelah mengikuti mentoring. Materi keagamaan yang diberikan, termasuk pembahasan mengenai Al-Qur’an, turut menjadi dorongan baginya untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki kebiasaan sehari-hari. Ke depannya, Mika berharap perubahan tersebut dapat terus dipertahankan. “Hal yang pengin aku pertahanin, kayaknya bangun pagi terus mulai produktivitas,” ungkapnya.

Pengalaman berbeda disampaikan Aldhury, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, yang merasakan peningkatan pemahaman keagamaan setelah mengikuti mentoring. Kegiatan tersebut membuatnya lebih terdorong untuk menjalankan salat wajib secara konsisten. Ia juga memandang pembelajaran agama sebagai hal yang tetap perlu diperhatikan di tengah padatnya aktivitas perkuliahan. Menurutnya, pemahaman agama dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi berbagai situasi, baik di lingkungan kampus maupun kehidupan sehari-hari.

Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, menjaga keseimbangan antara kewajiban akademik dan ibadah menjadi hal yang perlu diperhatikan mahasiswa. Berbagai tuntutan tugas dan kegiatan kampus tidak seharusnya membuat kewajiban beribadah terabaikan. Oleh karena itu, pemahaman dan kebiasaan keagamaan yang diperoleh melalui mentoring diharapkan dapat menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk tetap menjalankan ibadah di tengah kesibukan sehari-hari.

Keseriusan Peserta Memahami Materi (Airlangga)

Meski demikian, pelaksanaan mentoring pada pagi hari tidak selalu berjalan mudah bagi seluruh peserta. Zahran, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, mengungkapkan bahwa rasa kantuk dan ajakan teman untuk tidak mengikuti kegiatan terkadang menjadi tantangan tersendiri. Kendati demikian, ia berharap kebiasaan melaksanakan salat Subuh berjamaah yang terbentuk selama mentoring dapat terus dipertahankan, termasuk setelah rangkaian kegiatan berakhir.

Dari sisi interaksi sosial, Agni, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, merasakan bahwa mentoring turut membuka kesempatan untuk mempererat hubungan dengan teman-teman sekelas. Pengelompokan peserta berdasarkan kelas dinilai memudahkan mereka untuk saling mengenal dan membangun kedekatan. Hal ini menunjukkan bahwa mentoring tidak hanya menjadi sarana pendalaman pengetahuan keagamaan, tetapi juga wadah untuk memperkuat hubungan antarmahasiswa. 

Di balik manfaat yang dirasakan, Agni turut menyoroti beberapa aspek teknis yang masih perlu diperbaiki. Ia berharap proses pengumpulan peserta berdasarkan program studi dapat diatur dengan lebih tertata. Selain itu, kejelasan suara pemateri juga menjadi perhatian agar penyampaian materi dapat didengar dan dipahami oleh seluruh peserta.

Persoalan waktu menjadi salah satu tantangan yang turut disampaikan peserta selama mengikuti mentoring. Sejumlah mahasiswa mengaku kesulitan bangun dini hari, terutama mereka yang tinggal jauh dari kampus dan harus menempuh perjalanan dari wilayah Kabupaten Malang. Kondisi tersebut mendorong munculnya harapan agar jadwal pelaksanaan dapat disesuaikan sehingga peserta tidak harus berangkat terlalu pagi. Selain itu, ketepatan waktu dan efisiensi rangkaian kegiatan juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan.

Dari segi pembelajaran, peserta berharap materi keagamaan dapat disajikan secara lebih beragam dan dibahas secara mendalam. Penggunaan metode penyampaian yang lebih variatif dan menarik juga dinilai dapat meningkatkan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Berbagai masukan tersebut menjadi catatan untuk pengembangan pelaksanaan mentoring ke depannya.

Pengalaman peserta dari berbagai program studi menunjukkan bahwa mentoring keagamaan memberikan manfaat yang beragam. Mulai dari membangun kebiasaan beribadah, meningkatkan kedisiplinan, melatih kemampuan mengatur waktu, hingga mempererat hubungan sosial antarmahasiswa. Di samping manfaat tersebut, sejumlah evaluasi turut disampaikan sebagai bahan perbaikan agar kegiatan serupa dapat berjalan lebih optimal.

Rangkaian mentoring yang ditutup pada 25 Oktober 2026 menjadi akhir dari kegiatan, sekaligus awal bagi peserta untuk menerapkan kebiasaan positif yang telah terbentuk. Konsistensi dalam beribadah, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan keagamaan diharapkan tetap terpelihara meskipun kegiatan mentoring telah berakhir.

 

(Naura Zahiyyah Salwa Syafirah, Airlangga Putra Kencana, Aliyatuz Zahroh)

 

Post View : 11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *