Sekretariatan Gedung AS Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141

Telp Humas : 0812-8455-8810
Email : perspolinema@gmail.com

LDK Polinema 2026 Berakhir, Evaluasi Teknis dan Keberlanjutan Nilai Jadi Catatan

Penyerahan sertifikat kepada mahasiswa baru pada upacara penutupan LDK Polinema 2026 di Dodikjur Rindam V/Brawijaya (Wahyu)

Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) Politeknik Negeri Malang (Polinema) 2026 resmi berakhir melalui upacara penutupan setelah pelaksanaan lima gelombang di Dodikjur Rindam V/Brawijaya pada Jumat, 7 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari pada setiap gelombang dan diikuti oleh 3.484 mahasiswa baru. Jumlah tersebut hampir mencakup seluruh mahasiswa baru Polinema yang tercatat di kisaran 3.400 hingga hampir 3.500 orang.

Wakil Direktur III Polinema, Ir. Pipit Wahyu Nugroho, M.T., menilai pelaksanaan LDK 2026 secara keseluruhan berjalan sesuai rencana awal. “Alhamdulillah lancar. Memang ada sedikit pergeseran di gelombang kelima karena ada pelatihan tamtama di Dodikjur. Tapi itu tidak menjadi kendala yang berarti,” ujarnya. Ia menambahkan, hanya satu hingga dua peserta yang mengundurkan diri karena kondisi fisik, bukan karena kesengajaan.

Menurut Pipit, LDK 2026 tetap difokuskan pada penanaman tiga nilai utama: tangguh, nasionalis, dan integritas. Nilai tersebut diberikan melalui latihan fisik dan nonfisik, materi pembelaan negara, serta pembentukan sikap mandiri, jujur, dan bertanggung jawab. Namun, ia menegaskan bahwa empat hari pelatihan baru merupakan pemicu awal. “Kami masih punya tanggung jawab bagaimana nilai-nilai ini bisa terbawa terus sampai mereka selesai pendidikan di Polinema. Itu masih menjadi PR besar,” tambahnya. 

Ia menekankan bahwa menjaga nilai tersebut menjadi tanggung jawab bersama dosen, tenaga kependidikan, organisasi kemahasiswaan, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Pipit juga membuka ruang bahwa bentuk LDK ke depan masih akan dikaji dan dimungkinkan mengalami adaptasi sesuai perkembangan generasi.

Kepala Urusan Pelatih Dodikjur Rindam V/Brawijaya, Budi Sutrisno, menilai karakter peserta di setiap gelombang berbeda-beda, tergantung latar belakang daerah dan kondisi masing-masing. Proses adaptasi umumnya memakan waktu satu hingga dua hari pertama. “Hari pertama dan kedua masih banyak yang takut dan was-was. Tapi setelah hari ketiga dan keempat, mereka sudah mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan, teman, dan pelatih,” tuturnya.

Tidak hanya proses adaptasi peserta, kondisi cuaca juga menjadi salah satu tantangan. Cuaca panas dapat memengaruhi kondisi fisik peserta, sehingga pembina perlu menyesuaikan pelaksanaan kegiatan ketika kondisi tidak memungkinkan.

Selain kedisiplinan, Budi menyebut LDK juga menjadi ruang untuk menanamkan wawasan kebangsaan dan kepemimpinan kepada mahasiswa baru. Ia berharap mahasiswa dapat membawa nilai tersebut ke lingkungan kampus dan kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Berbeda dari sisi pembinaan, evaluasi dari kepanitiaan lebih banyak berkaitan dengan persoalan teknis. Menteri Dalam Negeri BEM Polinema, Laurencia Glory Aulia Putri, menyampaikan perbedaan data antara BEM dan Dodikjur sempat terjadi karena adanya perpindahan kelas mahasiswa di tengah kegiatan yang tidak selalu terinformasikan. “Kadang ada mahasiswa yang pindah kelas, tapi kita tidak tahu. Jadi dari data yang ada mereka masih di kelas A, tapi ternyata mahasiswa itu sudah dipindah ke kelas B,” ungkap Laurencia.

Selain persoalan pendataan, panitia juga mengevaluasi penyampaian informasi kepada mahasiswa baru. Laurencia mengakui pengumuman LDK tahun ini terkesan mepet di mata mahasiswa sehingga banyak yang merasa kurang siap. Namun, ia menjelaskan bahwa panitia tidak bisa mempublikasikan lebih awal karena harus menunggu surat resmi beserta tanda tangan dan persetujuan dari pimpinan. “Kita harus nunggu surat pengumuman dari Direktur dan Wadir. Nunggu tanda tangan dan persetujuan beliau dulu baru bisa publikasi,” ujarnya. Ia berharap ke depannya proses tersebut bisa dipercepat agar informasi tersampaikan lebih awal.

Dari sisi peserta, Arkan, mahasiswa baru Jurusan Teknik Mesin, mengatakan LDK memberikan pengalaman yang membuatnya merasa lebih disiplin dan terbiasa menghargai waktu. Ia menyebut latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) menjadi salah satu kegiatan yang paling berkesan selama mengikuti LDK. “Paling berkesan PBB, soalnya panas-panasan, tengah siang bolong disuruh baris, panas banget,” ujar Arkan.

Meski begitu, Arkan mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru selama menjalani masa awal sebagai mahasiswa. Setelah menyelesaikan LDK, ia berharap dapat menerapkan kedisiplinan yang diperoleh selama pelatihan dalam kehidupan perkuliahan. Hal tersebut sejalan dengan harapan panitia. Laurencia berharap mahasiswa baru tidak berhenti menerapkan nilai LDK setelah kembali ke lingkungan kampus. “Diharapkan mereka setelah mengikuti LDK ini bisa tetap menerapkan nilai yang mereka dapat di LDK ini di kehidupannya di kampus nanti. Karena kan juga kedisiplinan ini nggak berhenti cuma sampai di LDK ini,” katanya.

 

(Elsa Tri Meida Ananta)

 

Post View : 10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *