Sekretariatan Gedung AS Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141

Telp Humas : 0812-8455-8810
Email : perspolinema@gmail.com

Hurry Up Tomorrow: Bab Terakhir dalam Transformasi The Weeknd

Album Hurry Up Tomorrow (Sumber: Wikipedia)

Nama Album: Hurry Up Tomorrow

Durasi Album: 84 Menit

Tahun Rilis: 2025

Genre: Synth-pop, R&B, Brazilian funk, hip-hop 

Creator: The Weeknd

Label: XO Republic

 

Hurry Up Tomorrow adalah album yang dikeluarkan oleh penyanyi yang berasal dari Kanada, yaitu The Weeknd. Dirilis melalui XO dan Republic Record pada tanggal 31 Januari 2025. Album ini adalah album penutup dari trilogi setelah kedua album sebelumnya, yaitu After Hours (2020) dan juga Dawn FM (2022), dengan After Hours till Dawn Tour mendukung ketiga album tersebut. The Weeknd sendiri telah mengisyaratkan bahwa album ini adalah album terakhirnya sebagai The Weeknd sebelum dia membunuh alter egonya dan berdiri sendiri dengan nama aslinya, yaitu Abel Tesfaye. 

Dari segi musikal, album ini menyajikan genre yang bervariasi dimulai dari R&B sampai Brazilian funk yang dibawakan pada single Sao Paulo. Lirik dari lagu yang ada di album ini menyoroti masalah pada The Weeknd yang ingin menutup trilogi albumnya. Tidak hanya itu, pada album ini transisi antar lagu yang disajikan terasa mulus sampai membuat kita merasa bahwa lagu yang ada di album Hurry Up Tomorrow saling terhubung antarlagu jika dimainkan sesuai urutan. 

Kelebihan Album Hurry Up Tomorrow

Kelebihan album ini yaitu terletak pada pemilihan lirik yang deep dan mudah dipahami. Tidak hanya itu, the weeknd sendiri dapat menyatukan gaya suara kedua album sebelumnya, yaitu After Hours dan juga Dawn FM secara mulus, hal ini dapat membuat kita sebagai pendengar merasa diajak kembali kepada kedua album sebelumnya. Tiga single di album ini juga mendapat ulasan positif dari kritikus, tiga single ini adalah Timeless, Sao Paulo, dan Cry For Me

Kekurangan Album Hurry Up Tomorrow 

Untuk kekurangan dari album ini sendiri yaitu terletak pada gayanya yang repetiti. Memang benar jika The Weeknd dapat membawa kita kembali merasakan kedua album pendahulunya, tetapi dengan ini pula, album ini kurang memberikan elemen baru untuk para pendengar lama yang sudah mengikuti album-album The Weeknd terdahulu. Album ini tidak ramah bagi pendengar yang menyukai sistem shuffle dikarenakan lagu pada album ini yang cenderung harus diikuti dari awal sampai akhir secara runtut. Album ini juga memiliki pacing dan durasi yang cenderung terasa lambat pada pertengahan album yang dapat menyebabkan para pendengar merasa bosan. 

Kesimpulan

Memang album Hurry Up Tomorrow menyajikan lirik yang unik dengan tema penebusan dan juga penyesalan dari The Weeknd, tetapi masih ada beberapa kekurangan yang cukup krusial bagi pendengar lama. Transisi yang disajikan oleh album ini memiliki sisi positif dan negatif bagi para pendengar. Bagi pendengar yang menikmati album secara berurutan, hal ini menjadi nilai tambah yang memanjakan pengalaman mendengarkan. Namun, bagi pendengar yang lebih sering menggunakan mode shuffle, album ini mungkin terasa kurang cocok. Pada akhirnya, Hurry Up Tomorrow adalah album yang menuntut kesabaran. Sebuah penutup yang mungkin tidak akan memuaskan semua orang, tapi wajib didengarkan bagi mereka yang ingin menyaksikan tuntasnya perjalanan emosional seorang The Weeknd.

 

(Rizky Dharma Putra)

 

Post View : 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *