Sekretariatan Gedung AS Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141

Telp Humas : 0812-8455-8810
Email : perspolinema@gmail.com

Dari Berita ke Musik: Perubahan Cara Masyarakat Mengonsumsi Politik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia (Wahyu)

Viralnya lagu yang mengangkat nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menunjukkan bahwa politik kini tidak lagi hadir hanya melalui berita atau diskusi formal. Di era media sosial, musik, meme, dan video pendek mulai menjadi sarana baru bagi masyarakat untuk mengenal tokoh maupun isu politik. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana pola konsumsi informasi publik terus berubah mengikuti perkembangan teknologi dan budaya digital.

Lagu tersebut ramai digunakan dalam berbagai konten di TikTok, Instagram Reels, hingga platform media sosial lainnya. Banyak warganet yang ikut menggunakan potongan lagu tersebut sebagai latar video, baik untuk menyampaikan apresiasi, mengikuti tren, maupun sekadar berpartisipasi dalam konten yang sedang viral. Dalam waktu singkat, lagu tersebut berhasil menjangkau lebih banyak orang dibandingkan berbagai pemberitaan politik yang biasanya hadir dalam bentuk artikel atau diskusi panjang.

Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, kini cenderung mengonsumsi informasi dengan cara yang lebih cepat dan praktis. Jika dahulu seseorang harus membaca koran, menonton berita televisi, atau mengikuti diskusi publik untuk mengetahui perkembangan politik, kini informasi yang sama dapat ditemukan dalam bentuk konten berdurasi kurang dari satu menit. Politik yang sebelumnya dianggap rumit dan serius perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan.

Di satu sisi, perubahan ini membawa dampak positif. Konten kreatif dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal isu-isu yang sebelumnya kurang menarik perhatian mereka. Musik, misalnya, mampu menjangkau audiens yang lebih luas dibandingkan artikel berita yang panjang. Bagi sebagian orang, mendengarkan lagu atau menonton video singkat terasa lebih menarik daripada membaca laporan atau berita yang penuh istilah teknis. Dengan demikian, media sosial berperan dalam mendekatkan isu publik kepada masyarakat.

Di sisi lain, fenomena ini juga menghadirkan beberapa tantangan. Ketika politik dikemas dalam bentuk hiburan, terdapat risiko bahwa masyarakat hanya mengenal permukaannya saja. Lagu yang viral memang dapat membuat nama seorang tokoh semakin dikenal, tetapi popularitas tidak selalu berbanding lurus dengan pemahaman terhadap kebijakan maupun kinerja yang dimiliki tokoh tersebut. Tidak sedikit orang yang ikut menyanyikan atau membagikan berbagai konten tanpa benar-benar memahami konteks yang melatarbelakanginya.

Hal ini semakin diperkuat oleh cara kerja algoritma media sosial yang lebih mengutamakan konten menarik dan mudah dibagikan. Akibatnya, informasi yang bersifat sensasional atau menghibur sering kali lebih cepat menyebar dibandingkan informasi yang membutuhkan penjelasan mendalam. Masyarakat akhirnya lebih mudah mengenal sebuah narasi yang viral daripada memahami substansi isu yang sebenarnya sedang dibahas. Meski demikian, perubahan cara mengonsumsi politik merupakan konsekuensi yang sulit dihindari di era digital. Oleh karena itu, yang menjadi tantangan bukanlah menolak kehadiran bentuk-bentuk komunikasi baru tersebut, melainkan bagaimana masyarakat dapat tetap bersikap kritis dalam menerima informasi.

Pada akhirnya, viralnya lagu tentang Bahlil Lahadalia bukan sekadar fenomena hiburan di media sosial. Fenomena ini mencerminkan perubahan yang lebih besar dalam cara masyarakat memperoleh dan memahami informasi politik. Politik kini tidak hanya hadir di halaman berita, tetapi juga di playlist musik dan beranda media sosial. Di tengah perubahan tersebut, kemampuan untuk memilah informasi dan memahami konteks menjadi semakin penting agar masyarakat tidak hanya mengikuti apa yang sedang viral, tetapi juga memahami isu yang sebenarnya.

 

(Najla Shadzwina)

 

Post View : 16

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *