Sekretariatan Gedung AS Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141
Telp Humas : 0812-8455-8810
Email : perspolinema@gmail.com


Rangkaian PKKMB Polinema 2026 masih belum juga usai. Suasana hangat terasa saat 3.650 mahasiswa baru memadati Graha Polinema dalam acara Mentoring Keagamaan Islam 2026. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dikoordinir oleh UKM RISPOL (Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam Politeknik Negeri Malang) dengan mengusung tema “MENYALA (Mentoring Punya Lentera): Muslim yang Adaptif, Mandiri, dan Istiqomah”. Pembukaan Mentoring Keagamaan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026 dan berlangsung selama empat minggu.
Hatta Ardiansyah Aditama, selaku Ketua Umum UKM RISPOL, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan wadah bagi mahasiswa baru untuk meningkatkan keimanan dan menanamkan nilai-nilai keislaman dalam diri mereka. “Kenapa harus ada tiap tahun? Karena ya biar maba juga ada bekal buat menjalani kehidupan kampus di sini dan tidak lupa betapa pentingnya salat. Kita juga harus menumbuhkan rasa taat itu,” imbuhnya.
Ketua Pelaksana, Mayo Ahmad Kurneliko, mengatakan tema yang dibawakan mengusung nilai-nilai utama istiqomah dan mandiri. “Istiqomah itu artinya sikap teguh pendirian dan konsisten. Harapanku itu bisa diterapkan oleh mahasiswa-mahasiswa baru dari masa peralihan dari SMA ke mahasiswa. Contohnya konsisten dalam beribadah dan beramal baik,” ujarnya. Ia pun menjelaskan bahwa nilai mandiri bisa dibina melalui pertukaran kloter selama acara berlangsung dan sifat mandiri dapat tumbuh dalam diri mahasiswa.

Suasana di Graha Polinema mulai cair dengan alunan musik hadrah dan sholawat yang menggema di antara mahasiswa. Setelah penampilan seni islami, acara dibuka oleh MC lalu dilanjut dengan momen khidmat para mahasiswa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Polinema. Rangkaian acara ini dibuka secara simbolis oleh Wadir III, Ir. Pipit Wahyu Nugroho, M.T. didampingi DPK UKM RISPOL, Supa Kusuma Aji, S. ST., M.T. untuk memukul gong yang menandakan acara resmi dibuka.
Acara inti diisi dengan Mauidhoh Hasanan, yang dibawakan oleh Ustadz M. Shoniful Hadi, S.Pd. Materi yang dibawakan berkaitan dengan tema acara, yakni mengajarkan bahwa mahasiswa yang beragama Islam harus bisa bertanggung jawab baik dalam hal perkuliahan maupun spiritual. Dalam pemaparannya, ditekankan pula bagaimana mahasiswa bisa terus berprestasi tanpa melupakan syariat Islam.

Achmad Brillian Arzata Fissabil dan Satria Akmal Mahera, mahasiswa baru Jurusan Administrasi Niaga, menyampaikan bahwa acara ini meninggalkan kesan mendalam bagi mereka. Materi yang dibawakan dirasa cukup relevan dengan kondisi mahasiswa saat ini. “Nah, itu sangat cocok. Terus untuk yang mandiri, kita sekarang itu juga jangan mudah tergantung pada orang lain, karena kita harus bisa mengandalkan diri kita sendiri. Terus yang untuk istiqomah itu sebagai penyelamat kita kalau kita di titik terendah. Jadi dengan adanya istiqomah itu kita bisa nggak sampai gila lah intinya,” ucap Satria Akmal.
Pada akhirnya, rangkaian panjang Mentoring Keagamaan Islam 2026 ini menyisakan satu harapan besar bagi ribuan mahasiswa baru. Ketua Umum RISPOL menyebutkan harapannya dari acara mentoring agar dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keimanan.
Selain itu, harapan juga disampaikan oleh Achmad Brillian terkait membawa bekal ketika mentoring. “Mungkin dari aturan seperti aturan konsumsi yang kita bawa, itu harusnya lebih bisa ditoleransi. Mungkin ada beberapa teman-teman yang belum sempat sarapan, karena kan harus sebelum subuh berangkat, jadi harus lebih ditoleransi lah kayak misalkan membawa makanan berat, atau jumlah snack yang dikatakan itu secukupnya, tapi kan standar manusia kan berbeda-beda gitu,” ungkap Achmad Brillian.
Mentoring Keagamaan Islam 2026 menjadi bukti komitmen Polinema dan UKM RISPOL dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga matang secara spiritual. Dengan dibukanya acara ini, para mahasiswa baru diharapkan dapat memetik setiap nilai kebaikan yang ditanamkan, menjadikannya perisai di perantauan, serta terus bertumbuh menjadi pribadi yang adaptif, mandiri, dan istiqomah hingga akhir masa studi mereka.
(Cheisya Fauziah Eka Amadia P.H., Erinna Putri Sutanto, Wahyu Nur Hidayah)