Sekretariatan Gedung AS Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141

Telp Humas : 0812-8455-8810
Email : perspolinema@gmail.com

Merawat Ingatan, Menagih Keadilan: Kanjuruhan 135++

Neraka bagi Mereka yang Tak Memberikan Keadilan (Pras)

Tragedi Kanjuruhan menyimpan luka batin dan ingatan yang tragis bagi para korban. Empat tahun berlalu, namun keadilan tak kunjung timbul. Aksi Kamisan hadir secara rutin sebagai bentuk perlawanan dan pengingat publik agar kasus-kasus ketidakadilan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) tidak dilupakan. Aksi Kamisan Malang #148 yang digelar pada Kamis, 1 Oktober bertajuk “Merawat Ingatan Kolektif: Catatan Hitam Kejahatan Negara & 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan” tersebut bertempat di depan Balai Kota Malang.

Setelah titik aksi dipadati oleh massa aksi dari Aksi Kamisan, Aremania, dan masyarakat Malang. Aksi diawali dengan aksi diam selama satu menit tiga puluh detik yang dilakukan untuk mengenang dan sebagai bentuk penghormatan kepada 135 korban Tragedi Kanjuruhan yang terjadi empat tahun lalu. Setelah aksi diam, massa melanjutkan aksi dengan orasi dan mimbar bebas untuk kembali menyuarakan tuntutan keadilan bagi korban dan keluarga korban. Rangkaian aksi juga diisi dengan penyalaan seribu lilin sebagai bentuk penghormatan dan pengingat terhadap korban Tragedi Kanjuruhan. 

Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Kericuhan di stadion yang diikuti penggunaan gas air mata menyebabkan kepanikan dan berujung pada jatuhnya banyak korban jiwa.  

Empat tahun setelah Tragedi Kanjuruhan, tuntutan keadilan masih disuarakan melalui Aksi Kamisan Malang. Fasilitator Kamisan Malang, Muhammad Eko, mengatakan isu Kanjuruhan akan tetap dibawa dalam aksi setiap Kamis. “Jangan pernah berhenti untuk membicarakan Kanjuruhan sampai keadilan tentang tragedi ini bisa terlaksana,” ujar Eko.

Menurut Eko, aksi tersebut merupakan bagian dari upaya untuk terus menyuarakan penyelesaian Tragedi Kanjuruhan. Ia berharap perjuangan tersebut dapat terus dilakukan hingga keadilan bagi korban dan keluarga korban terpenuhi.

Tragedi Kanjuruhan masih dan akan selalu diingat oleh warga Malang, khususnya bagi Aremania dan para aktivis. Selama 4 tahun mereka tidak berhenti menyuarakan tentang Kanjuruhan di mimbar bebas titik aksi, di sosial media, di tribun suporter, di chant suporter, dan di poster atau mural yang menghiasi tembok-tembok kota Malang. Odir, suporter Ultras Aremania mengungkapkan bahwa Kanjuruhan akan selalu diingat dan akan selalu disuarakan. Karena sampai saat ini keadilan belum didapatkan mengenai tragedi Kanjuruhan, terutama pelaku penembakan gas air mata dan juga siapapun yang terlibat dalam tragedi tersebut. Odir pun menambahkan, “Selama kita belum mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya atau hukuman yang sepantasnya untuk pelaku, ya pasti arek-arek Malang tetep gerak”. 

Empat tahun berlalu, kesedihan, rasa sakit, luka, dan trauma yang mendalam tetap membayangi masyarakat, terutama keluarga korban. Hingga kini, keluarga korban masih menyuarakan keadilan dari tragedi tragis tersebut. “Saya mencari keadilan. Keadilan belum selesai. Dua yang nembak itu tambah bebas,” ujar Pak Budi, salah satu keluarga korban. 

Lebih lanjut, Taufik selaku panitia penyelenggara mengungkapkan bahwa tragedi tersebut merupakan memori kolektif yang harus digaungkan supaya masyarakat tidak lupa dengan tragedi Kanjuruhan. Salah satu tragedi HAM yang ditonton oleh khalayak ramai, tetapi naas, belum ada keadilan yang terlihat. Hal serupa juga disampaikan Bapak Hidayat, keluarga korban, “Dengan menggaungkan ini, menolak lupa, merawat ingatan, jangan sampai terjadi peristiwa Kanjuruhan-Kanjuruhan di tempat lain”. 

Tragedi Kanjuruhan bukan sekadar catatan kelam dalam sejarah, melainkan monumen peringatan. Selama keadilan belum berpijak, suara korban dan keluarga akan terus bergema menembus tembok penyangkalan.

 

(Eka Wahyu Prasetyo, Erinna Putri Sutanto, Nur Martha Putri Pramantia)

 

Post View : 17

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *