Sekretariatan Gedung AS Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141

Telp Humas : 0812-8455-8810
Email : perspolinema@gmail.com

Wisuda Gelombang 2 Dipercepat: Wisudawan Kecewa dan Pembungkaman Kolom Komentar

Pengumuman Jadwal Wisuda Terbaru dari Instagram @polinema_campus

Wisuda adalah puncak perjalanan akademik mahasiswa, sebuah seremoni sakral yang menandai keberhasilan menempuh studi sekaligus perayaan bersama keluarga, kerabat, hingga teman dekat. Wisuda seharusnya menjadi momentum bahagia setelah bertahun-tahun perjuangan di bangku kuliah. Namun, bagi sebagian mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema), kebahagiaan itu sedikit ternodai karena perubahan jadwal Wisuda ke-70 yang dimajukan menjadi 27 September mendatang. Perubahan mendadak ini membuat banyak calon wisudawan harus menata ulang persiapan mereka. Mahasiswa dengan inisial M dari Jurusan Teknologi Informasi, mengaku kaget saat mengetahui kabar tersebut. “Kecewanya itu karena semua sudah diatur. Mulai booking fotografer, kebaya, sampai keluarga yang datang dari luar kota sudah diberitahu untuk Oktober. Tiba-tiba dimajukan jadi akhir September, dan itu benar-benar mepet,” ujarnya. Meski secara teknis pendaftaran melalui sistem SIMFONI Polinema berjalan lancar, ketidakpastian kuota dan pengumuman jadwal mendadak menjadi tantangan besar yang membuat banyak mahasiswa kelabakan.

Tidak sedikit mahasiswa yang harus menyesuaikan rencana pribadi mereka, mulai dari agenda keluarga hingga wawancara pekerjaan. M menuturkan bahwa ada teman-teman yang sudah mulai bekerja sehingga sulit izin mendadak, padahal momen wisuda adalah hal yang ditunggu-tunggu empat tahun sekali. Kondisi ini semakin kompleks karena beberapa dosen juga mengaku sama-sama kaget dengan pemajuan jadwal, menimbulkan kesan bahwa keputusan ini belum tersosialisasi secara menyeluruh. Pertanyaan pun mencuat, mengapa keputusan sepenting wisuda bisa berubah tanpa penjelasan yang transparan? Bagi mahasiswa yang gagal masuk kuota pada gelombang sebelumnya, perubahan ini menambah kebingungan karena mereka yang awalnya dijadwalkan Oktober mendadak terdaftar untuk September, memaksa mereka menata ulang segala rencana.

Selain persoalan jadwal, mahasiswa juga menyoroti terbatasnya ruang untuk menyampaikan aspirasi. Kolom komentar pada akun resmi Polinema sempat dibatasi, membuat sebagian merasa suara mereka teredam. “Sebenarnya mahasiswa tidak menuntut lebih, hanya ingin penjelasan yang jelas. Kalau ada perubahan, seharusnya kampus membuka ruang komunikasi, bukan menutupnya,” kata M. Situasi ini juga berdampak pada keluarga wisudawan. Tidak sedikit orang tua yang sudah memesan tiket perjalanan atau hotel harus menyesuaikan kembali, dengan risiko biaya tambahan. Sementara dalam surat edaran, pihak kampus menyatakan tidak bertanggung jawab atas kerugian akibat perubahan jadwal. Hal inilah yang menambah kekecewaan mahasiswa yang merasa kurang dihargai.

Menurut mahasiswa inisial A dari program studi D-III Teknik Telekomunikasi, turut menyuarakan hal serupa. Ia mengatakan bahwa perubahan ini seolah menguji kesabaran mahasiswa. “Wisuda itu kan sekali seumur hidup untuk jenjang D-III atau D-IV. Jadi rasanya kurang dihargai kalau informasinya mendadak. Saya pribadi sampai bingung memberi kabar ke orang tua yang sudah memesan tiket kereta dari jauh-jauh hari,” tuturnya. Ia menilai bahwa kebijakan sepenting wisuda seharusnya dipersiapkan jauh hari agar mahasiswa dan keluarga tidak dirugikan, karena wisuda adalah momen sakral yang menyatukan usaha akademik dengan perayaan keluarga. Pandangannya ini menggambarkan keresahan yang banyak dirasakan teman-temannya yang berada di posisi sama.

Meski ada rasa kecewa, para wisudawan tetap berharap momen ini berjalan lancar dan tidak mengurangi makna perjuangan mereka selama kuliah. Mereka menekankan pentingnya transparansi agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan. “Kalau memang keputusan sudah final, mahasiswa bisa menerima. Asalkan komunikasi terbuka dan tidak mendadak lagi,” tutup M. Kini, menjelang hari pelaksanaan, mahasiswa berharap Polinema dapat menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga. Wisuda bukan hanya tentang seremoni akademik, tetapi juga tentang menghargai perjuangan, persiapan, dan perasaan ribuan mahasiswa serta keluarganya yang menantikan hari bahagia itu.

 

(Adithia Maulana Suryadi, Satria Rakhmadani)

 

Post View : 280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *