Sekretariatan Gedung AS Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141

Telp Humas : 0812-8455-8810
Email : perspolinema@gmail.com

Aksi di Alun-Alun Merdeka Tuntut Keadilan bagi Affan Kurniawan

Peserta aksi solidaritas di Malang menyalakan lilin bersama sebagai
simbol duka dan perlawanan
terhadap brutalitas aparat (Syahrul)

Aksi solidaritas untuk mengenang Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal setelah terlindas kendaraan taktis Satuan Brigade Mobil (Brimob) di Jakarta pada Kamis (28/8/2025), digelar di Alun-Alun Merdeka Kota Malang pada Jumat (29/8/2025). Ratusan massa hadir dalam aksi ini, terdiri dari mahasiswa, masyarakat umum, hingga pengemudi ojol. Kegiatan diawali dengan pemberian bunga dari komunitas ojol dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Buruh Tani, serta penyalaan lilin dan doa bersama. Aksi dipandu oleh Aksi Kamisan Malang, Lensa Rakjat, dan Koalisi Masyarakat Sipil.

Aksi ini digelar untuk mengenang Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online berusia 21 tahun yang meninggal pada Kamis, 28 Agustus 2025, setelah terlindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat. Semua ini bermula ketika massa yang sedang unjuk rasa dipaksa mundur oleh Brimob dikarenakan massa sudah mencapai batas waktu penyampaian. Peristiwa tragis tersebut langsung memicu gelombang duka dan solidaritas dari berbagai daerah, termasuk Malang. Walaupun peristiwa itu terjadi di luar Malang, solidaritas masyarakat sipil Malang menjadi penegasan bahwa kekerasan aparat adalah persoalan bersama, bukan sekadar persoalan lokal.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan lima tuntutan utama, yaitu mengusut tuntas kasus Affan Kurniawan dengan proses hukum yang transparan dan akuntabel, menuntut pertanggungjawaban penuh kepolisian khususnya Brimob, menjamin perlindungan hukum dan kompensasi bagi keluarga korban, menghentikan tindakan represif aparat dalam setiap aksi penyampaian pendapat, serta mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparat di lapangan. Selain itu, massa juga menyampaikan desakan moral agar Kapolri mempertimbangkan pengunduran diri, setelah sebelumnya memberikan pernyataan yang dianggap keliru dengan menyebut insiden tersebut “tidak disengaja.”

Ecko Adhie Wahyunanto, driver ojol Malang, menyebut peristiwa yang menimpa Affan sebagai tragedi yang tidak semestinya terjadi. “Sangat disayangkan sekali ya, soalnya katanya cuma nganter orderan, tapi malah jadi korban yang seharusnya nggak terjadi,” ujarnya. Hal senada diungkapkan Sya, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. “Menurut aku yang paling utama adalah solidaritas kita semua tentang apa yang sudah terjadi di Jakarta. Demokrasi ini sudah mulai terancam,” katanya.

Seorang koordinator dari komunitas ojek online yang turut mengkoordinir aksi ini menyampaikan bahwa mereka secara sukarela membagikan bunga kepada peserta aksi di Alun-Alun Merdeka. Awalnya, mereka berencana menyiapkan seribu tangkai bunga, namun keterbatasan waktu menyebabkan rencana tersebut tidak dapat terlaksana. Ia mengaku terkejut dengan kehadiran massa yang begitu besar, yang awalnya diperkirakan hanya dihadiri rekan-rekan sesama pengemudi ojek online. “Kami tidak menduga akan ada begitu banyak mahasiswa yang turut hadir. Semoga kalian bisa menjadi penyambung lidah kami yang tua-tua ini,” ujarnya.

Aksi solidaritas di Malang ini menjadi bagian dari gelombang dukungan masyarakat sipil di berbagai daerah yang menyerukan keadilan bagi Affan Kurniawan dan menolak praktek kekerasan aparat terhadap warga sipil.

 

(Aiko Motika Nugraha, Elsa Tri Meida Ananta, Nur Martha Putri Pramantia)

 

Post View : 421

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *