Sekretariatan Gedung AS Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141

Telp Humas : 0812-8455-8810
Email : perspolinema@gmail.com

Polinema Revisi Gelombang LDK 2025: dari Tujuh Menjadi Enam demi Efisiensi Pelaksanaan

Pengumuman Resmi Perubahan Jumlah Gelombang LDK 2025 (Sumber: Instagram BEM Polinema)

Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Malang (Polinema). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai dasar kedisiplinan, tanggung jawab, serta membangun kesiapan mental mahasiswa baru sebelum memulai masa perkuliahan.

Kegiatan LDK tahun ini awalnya direncanakan berlangsung dalam tujuh gelombang. Namun, di tengah pelaksanaannya, panitia resmi mengumumkan bahwa jumlah gelombang dikurangi menjadi enam. Pengumuman ini disampaikan akun Instagram resmi PKKMB Polinema pada tanggal 29 Juli 2025, saat gelombang kelima tengah berlangsung di Dodikjur Rindam V/Brawijaya, Kota Malang.

Pengurangan jumlah gelombang ini sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan mahasiswa baru, terutama bagi mereka yang belum sempat mengikuti kegiatan. Namun, Ketua Pelaksana PKKMB 2025, Keenan Raditya Prasaja, menegaskan bahwa keputusan ini telah melalui pertimbangan matang dari berbagai pihak. “Keputusan ini kami ambil setelah mendapatkan informasi dari pihak kampus, dan tentunya dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Kami pastikan tidak akan ada pengurangan substansi kegiatan,” jelas Keenan.

Salah satu alasan utama pengurangan gelombang adalah keterbatasan tempat pelaksanaan. Dodikjur Rindam V/Brawijaya yang digunakan sebagai lokasi LDK juga dipakai oleh lembaga militer lain untuk pelatihan Tamtama. Selain itu, berdasarkan data yang diterima panitia, jumlah mahasiswa yang belum mengikuti LDK tidak mencukupi untuk memenuhi satu gelombang penuh. “Kami juga memperhatikan efektivitas dan efisiensi kegiatan. Jika tetap dipaksakan, maka kegiatan tidak akan optimal. Lebih baik difokuskan di enam gelombang saja, agar peserta yang ikut bisa mendapat pembekalan maksimal,” terang Intan Amalia, Menteri Dalam Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polinema.

Meskipun mengalami penyesuaian, panitia memastikan bahwa semua mahasiswa baru tetap mendapatkan hak dan kewajiban yang sama dalam mengikuti LDK. Mereka yang belum sempat mengikuti kegiatan diharapkan segera mendaftarkan diri pada gelombang yang tersedia. Panitia juga telah menyebarkan informasi ini melalui berbagai jalur komunikasi, baik media sosial maupun koordinasi antar jurusan. “Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa baru tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga siap secara mental dan karakter. LDK menjadi momen penting untuk pembentukan sikap tersebut,” tutup Keenan.

Dengan penyesuaian ini, panitia berharap bahwa pelaksanaan LDK 2025 tetap berjalan lancar dan mampu mencetak generasi mahasiswa yang disiplin, tangguh, dan siap menghadapi dinamika dunia kampus.

 

(Devi Salsabila Putri)

 

Post View : 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *