Sekretariatan Gedung AS Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141

Telp Humas : 0812-8455-8810
Email : perspolinema@gmail.com

Polinema Kembali Tunda Pembangunan Gedung AC

Gedung AC yang belum selesai dibangun (Martha)
Gedung AC yang belum selesai dibangun (Martha)

Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali menghentikan pembangunan Gedung AC, yang kini telah memasuki tahap ketiga dan terhenti sejak Desember 2024.Hal ini memicu keresahan mahasiswa akibat minimnya informasi tentang proyek pembangunan yang direncanakan sejak tahun 2019.

Pembangunan Gedung AC yang diharapkan menjadi gedung pembelajaran baru bagi jurusan akuntansi dan administrasi niaga, terhenti karena kegagalan kontraktor pertama sampai ketiga yang dipilih kelompok kerja (pokja) oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), dalam hal ini pihak Polinema tidak ikut campur tangan. Dalam acara Dialog Dosen Mahasiswa (DDM) yang diselenggarakan pada Senin, 28 April 2025, Ketua Jurusan Administrasi Niaga (AN), Drs. Zubaidi, M.Pd, menanggapi keluhan mahasiswa soal transparansi. “Kami akui informasi ini tidak tersampaikan dengan baik kepada mahasiswa,” ujarnya. Ia menjelaskan mengenai kontraktor “nakal” karena mengikuti lelang tanpa modal yang cukup dan hanya menawar harga murah untuk menang. “Kontraktor itu tidak punya uang tapi nekat ikut lelang,” tambah Zubaidi. Akibatnya, di tiga bulan pertama yang seharusnya merupakan waktu krusial digunakan hanya untuk membersihkan lahan tanpa adanya proses pembangunan sama sekali, sehingga membuat pihak Polinema terpaksa memutus kontrak karena progres pembangunan sangat lambat bahkan bisa dikatakan sampai minus. Hal ini juga menyebabkan Dewan Pengawas (Dewas) Polinema menunda tahap lanjutan pembangunan dikarenakan uang jaminan dari kontraktor yang belum juga cair sampai saat ini.

Proyek pembangunan ini menghadapi kendala berlapis sejak perencanaan pada tahun 2019. Awalnya pembangunan menggunakan dana pemerintah, tetapi setelah kontrak tahap pertama diputus pada tahun 2020 akibat pandemi dan kinerja buruk kontraktor, Polinema beralih ke dana Badan Layanan Umum (BLU) untuk melanjutkan pembangunan pada tahun 2023, namun kembali macet pada tahun 2024. Zubaidi menegaskan bahwa dana proyek berasal dari BLU Polinema, bukan pemerintah. “Dananya diambilkan dari dana BLU, artinya dana yang diperoleh Polinema sendiri, dan itu semakin berkurang. Ada rasa khawatir kalau pembangunan dilanjutkan dengan dana kurang, hasilnya tidak maksimal,” katanya. Nilai proyek yang relatif kecil, sekitar Rp50 hingga Rp58 miliar, menyulitkan Polinema mendapatkan kontraktor berkualitas. Proses lelang yang rumit juga memakan waktu berbulan-bulan, memperparah penundaan. Masalah diperumit dengan sewa crane yang belum dibayar kontraktor, meninggalkan alat terpasang tanpa fungsi. “Jadi memang, mohon maaf mewakili jurusan, mewakili Polinema, Gedung AC sampai sekarang masih kondisinya seperti itu” ungkap Zubaidi.

Penundaan ini menyulitkan mahasiswa karena kurangnya fasilitas belajar. Ananta, mahasiswa baru, dari jurusan AN mengungkapkan kekecewaannya.“Waktu saya masuk ke Polinema, itu kan sudah jadi beberapa lantai dan pada saat itu juga sedang dibangun lagi, itu membuat harapan muncul dan yakin bahwa tahun ini gedungnya pasti jadi. Eh, ternyata mandek lagi.” Polinema berupaya melanjutkan proyek dengan menunggu pencairan uang jaminan dan kemungkinan anggaran tambahan. Namun, risiko pembangunan tidak dilanjutkan pada tahun 2025 tetap ada jika dana tidak memadai. Zubaidi menegaskan komitmen Polinema untuk menyelesaikan gedung ini, meski tantangan dana dan proses lelang masih membayangi. “Kami akan terus memproses ini, menunggu kabar pencairan dana, dan ada kemungkinan dimasukkan ke anggaran utama,” tutupnya, memberikan secercah harapan bagi civitas akademika. Para mahasiswa sangat berharap kontraktor berkualitas segera dipilih, agar gedung dapat selesai pembangunan di tahun ini sehingga dapat dipergunakan untuk pembelajaran.

 

(Nur Martha Putri Pramantia, Najla Shadzwina)

 

Post View : 1112

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *