Sekretariatan Gedung AS Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141

Telp Humas : 0812-8455-8810
Email : perspolinema@gmail.com

Cerita dari Sudut Kampus: Kucing-Kucing Polinema

 

Anak Kucing yang Sedang Makan di Lingkungan Kampus (Najla)

Setiap pagi di Politeknik Negeri Malang (Polinema), derap langkah mahasiswa yang terburu-buru menuju kelas berpadu dengan pemandangan familiar. Beberapa kucing kampus yang santai berjemur di bawah hangatnya matahari dekat gazebo, seolah tak terpengaruh hiruk-pikuk manusia. Keberadaan mereka telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kampus, bahkan sebagian mahasiswa sudah hafal dengan wajah-wajah kucing yang sering muncul di area tertentu.

Dari pengamatan beberapa mahasiswa, populasi kucing paling banyak berada di area jurusan non-teknik yang memiliki lingkungan lebih teduh dan ramai aktivitas. Area taman yang sejuk dan banyak gazebo membuat kucing-kucing tersebut tampak lebih sehat dan terawat karena sering diberi makan oleh mahasiswa yang melintas. Namun di sisi lain kampus, seperti di area parkiran atau dekat bengkel teknik, beberapa kucing tampak kurang terurus. Badannya kurus, bulunya rontok, bahkan ada yang mengalami penyakit kulit.

“Saya hampir tiap hari lihat kucing di area kampus, terutama di sekitar gazebo dan parkiran. Biasanya mereka ngumpul dan tidur bareng. Saya setiap hari sengaja bawa makanan kucing, soalnya kasihan banget kelaparan dan jarang yang kasih makan,” ujar Lina, mahasiswa Akuntansi Politeknik Negeri Malang.

Namun, populasi kucing di Polinema terus meningkat dari waktu ke waktu. Sebagian mahasiswa memperkirakan hal ini disebabkan oleh minimnya program pengendalian, terutama melalui sterilisasi. Sayangnya, hanya sedikit kucing yang pernah disteril. Kebanyakan berkembang biak tanpa terkendali, dan tidak semua anak kucing mampu bertahan karena keterbatasan makanan dan perawatan.

“Saya sih berharap kampus bisa kerjasama dengan komunitas pecinta hewan atau klinik hewan buat program sterilisasi. Soalnya kalau nggak begitu, jumlahnya terus bertambah tapi yang peduli sama mereka bahkan bisa dihitung jari. Kadang ada yang sakit juga tapi kita nggak tahu bahkan bingung harus mengadukan kepada siapa, untuk itu kampus harus mendata dan memberikan collar pada kucing yang berada dalam ruang lingkup kampus” ujar Atma, mahasiswa Akuntansi Politeknik Negeri Malang.

Meski belum ada kebijakan resmi dari pihak kampus terkait kesejahteraan hewan liar, sejumlah mahasiswa dan juga para dosen menunjukkan kepedulian melalui tindakan kecil yang konsisten. Ada yang rutin memberi makan, menyediakan wadah air minum, hingga bermain dan berinteraksi dengan mereka. Aksi spontan itu mungkin tampak sepele, namun perlahan membentuk budaya peduli di kalangan mahasiswa.

Lebih dari sekadar hiburan, keberadaan kucing di lingkungan kampus juga membawa nilai sosial tersendiri. Mereka menjadi pengingat bahwa empati dan kepedulian bisa tumbuh dari hal-hal kecil, bahkan dari sedikit makanan yang diberikan di sela jadwal kuliah yang padat. Beberapa mahasiswa mengaku kehadiran kucing membuat suasana kampus terasa lebih hangat dan hidup, seolah menjadi “teman diam” di tengah kesibukan belajar.

 

(Najla Shadzwina)

 

Post View : 285

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *