Sekretariatan Gedung AS Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141

Telp Humas : 0812-8455-8810
Email : perspolinema@gmail.com

Impian Kecil Sang Pengibar Merah Putih

Hari ini adalah puncak dari perjalanan panjang Asep untuk mewujudkan impiannya menjadi pengibar bendera pada ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79. Septian Suryanto, yang biasa dipanggil Asep adalah seorang remaja berusia 16 tahun yang kini duduk di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA).

Pagi ini, Asep telah siap dengan seragam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang dikenakannya. Seragam putih bersih itu terpasang rapi, mencerminkan tekad dan semangat di dalam dirinya. “Bismillah ya, Nak. Semoga semuanya lancar,” ujar ibunya lembut sambil merapikan kerah seragam Asep. Asep tersenyum, mengangguk pelan, lalu mengulurkan tangan untuk bersalaman dan meminta restu dari kedua orang tuanya sebelum berangkat. “Doakan Asep, Bu, Pak,” pintanya dengan suara yang sedikit bergetar. Ayahnya, yang jarang menunjukkan emosinya, kali ini menepuk bahu Asep dengan bangga. “Kamu sudah sejauh ini, Nak. Insyaallah, semua akan berjalan lancar.”

Dalam perjalanan menuju tempat upacara, pikiran Asep melayang ke masa lalu, mengenang bagaimana semua ini dimulai. Saat masih kecil, Asep selalu terpukau melihat para Paskibraka mengibarkan bendera dalam upacara yang ditayangkan di televisi. Ia begitu kagum ketika mereka dengan langkah tegap dan penuh kehormatan mengibarkan bendera merah putih. “Bu, Asep mau jadi pengibar bendera! Nanti kalau sudah besar, Asep mengibarkan bendera di Istana Merdeka!” ucap Asep sewaktu kecil dengan antusias, sambil memegang tangan ibunya erat. Ibunya pun tersenyum, terharu mendengar tekad putranya. “Insyaallah, Nak. Kamu harus semangat dan terus berusaha, ya.”

Mimpi itu tidak pernah pudar, bahkan saat Asep mulai tumbuh dewasa. Dari bangku sekolah dasar hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), Asep selalu aktif mengikuti Pelatihan Baris Berbaris (PBB). Hingga kini, di SMA, kesempatan emas itu akhirnya datang. Sekolah mengadakan seleksi Paskibraka, dan kabarnya mereka yang terpilih akan berkesempatan bertugas sebagai pengibar bendera di Istana Merdeka. Proses seleksi sangat ketat dengan tes administrasi, kesehatan, dan keterampilan baris-berbaris yang menguras tenaga dan pikiran. Ada saat-saat di mana Asep merasa lelah dan ragu. Tubuhnya sering kali terasa sangat penat usai latihan yang berat, dan pikiran-pikiran negatif terkadang menyelinap masuk. “Ini kesempatan terakhirku sebelum lulus. Aku tidak boleh gagal,” gumamnya pada diri sendiri, mencoba menenangkan hati yang gelisah. Di tengah kegelisahan dan tekanan yang semakin berat, seorang teman yang menyaksikan betapa gigihnya Asep berlatih mencoba memberikan dorongan moral. “Kamu pasti bisa, Sep. Kamu sudah kerja keras. Percaya saja sama dirimu sendiri,” ujarnya dengan tulus. Kata-kata itu seolah menjadi penyemangat tambahan bagi Asep. Ia menyadari bahwa dukungan dari teman-temannya adalah salah satu sumber kekuatan yang tidak ternilai.

Hari demi hari berlalu, hingga tibalah saat pengumuman hasil seleksi. Suasana tegang menyelimuti peserta seleksi ketika pembina mulai menyebutkan nama-nama yang terpilih. “Nomor punggung 45, Asep Suryanto, terpilih menjadi anggota Paskibraka dan akan menjadi pengibar bendera pada Upacara Kemerdekaan,” suara pembina terdengar jelas dan tegas. Asep merasa seakan dunia berhenti sejenak. Perasaan bahagia, bangga, dan haru bercampur aduk dalam dirinya. Ia berhasil, ini adalah kehormatan tertinggi bagi seorang paskibraka, dan Asep tahu bahwa tanggung jawab ini harus diembannya dengan sepenuh hati.

Pada Hari Kemerdekaan yang ke-79, Asep berdiri tegak di depan Istana Merdeka. Di dadanya, tertanam semangat dan cinta yang mendalam untuk tanah airnya. Ketika Sang Saka Merah Putih yang ia pegang mulai dikibarkan ke udara, Asep merasakan kebanggaan yang tiada tara. Mimpi yang dulu tampak jauh kini telah menjadi nyata. Dalam hati, ia berjanji akan selalu mengenang setiap langkah yang telah ia tempuh untuk sampai di sini, dan akan terus berjuang demi mimpi-mimpi lainnya, demi Indonesia tercinta.

 

(Aldamaita Salwa Salsabila)

 

Post View : 746

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *