Sekretariatan Gedung AS Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141
Telp Humas : 0812-8455-8810
Email : perspolinema@gmail.com


Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali menggelar Dialog Pimpinan dan Mahasiswa (DIPAM) 2025 sebagai forum tahunan yang mempertemukan seluruh Civitas Akademika Politeknik Negeri Malang. Kegiatan yang dilaksanakan di Graha Politeknik Negeri Malang pada tanggal 9 Desember 2025 yang dimulai pada pukul 07.30 WIB. Kegiatan ini menjadi ruang formal bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, kritik, serta evaluasi terhadap kebijakan Polinema yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan. DIPAM 2025 dihadiri oleh jajaran pimpinan baru Polinema serta mahasiswa dari berbagai jurusan dan program studi, dengan harapan terciptanya dialog dua arah yang konstruktif dan solutif.
Meski dinilai sebagai forum strategis, pelaksanaan DIPAM 2025 belum sepenuhnya mampu menjawab seluruh aspirasi mahasiswa. Keterbatasan waktu dialog menjadi sorotan utama, karena membatasi ruang mahasiswa untuk menyampaikan permasalahan secara mendalam. Selain itu, sejumlah tanggapan pimpinan dinilai masih normatif dan berfokus pada rencana yang akan dilakukan ke depan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa bahwa berbagai persoalan yang telah berulang kali disampaikan dalam forum DIPAM dari tahun ke tahun berpotensi kembali menjadi wacana tanpa kejelasan tindak lanjut.
Beragam aspirasi mahasiswa kembali mencuat dalam DIPAM 2025, mulai dari ketidaksinkronan program magang pemerintah dengan kurikulum Polinema, kendala teknis pada Learning Management System (LMS) yang sering mengalami gangguan, hingga persoalan sarana dan prasarana di PSDKU yang dinilai belum memadai. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti transparansi keuangan kampus yang dinilai kurang diperbarui. Aspirasi-aspirasi tersebut mencerminkan realita yang masih dirasakan mahasiswa hingga saat ini dan menunjukkan adanya jarak antara kebijakan institusi dengan kondisi di lapangan, sehingga mahasiswa menuntut komitmen pimpinan untuk merealisasikan evaluasi secara konkret dan terukur.
Dalam pelaksanaannya, peran BEM Polinema sebagai penyelenggara DIPAM 2025 turut menjadi sorotan mahasiswa. Keterbatasan waktu dinilai menjadi kendala utama yang mempengaruhi efektivitas forum karena tidak semua aspirasi dapat disampaikan secara menyeluruh. Dari sudut pandang mahasiswa, pembatasan durasi dan jumlah pertanyaan membuat ruang diskusi terasa sempit. Menanggapi hal tersebut, BEM memberikan alternatif penyaluran aspirasi berupa QR code. Langkah ini dimaksudkan agar mahasiswa yang belum memperoleh kesempatan berbicara tetap dapat menyampaikan keluhan dan masukan kepada pimpinan kampus. Upaya tersebut menunjukkan bahwa peran BEM tidak hanya sebagai penyelenggara teknis acara, tetapi juga sebagai fasilitator yang menjembatani keterbatasan forum dengan kebutuhan mahasiswa akan ruang aspirasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
DIPAM 2025 menunjukkan kesenjangan antara wacana evaluasi yang disampaikan pimpinan dengan implementasi kebijakan di lapangan. Jawaban yang diberikan oleh pimpinan masih berupa pernyataan-pernyataan yang cenderung berorientasi pada rencana ke depan, “menurut saya ada beberapa hal yang memang menjawab, tapi ada beberapa yang memang belum menjawab dan perlu adanya pengawalan lebih lanjut,” ujar Dian Baskoro, peserta DIPAM dari Jurusan Teknik Elektro. Mahasiswa juga menilai persoalan yang diangkat dalam forum ini cenderung berulang dari tahun ke tahun, mulai dari magang, sistem pembelajaran, hingga fasilitas kampus. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran jika DIPAM nantinya hanya akan menjadi ruang wacana apabila tidak diikuti dengan pengawalan dan tindak lanjut yang jelas.
DIPAM diharapkan dapat berkembang menjadi forum yang memiliki dampak nyata, bukan sekadar agenda tahunan. Harapan tersebut mencakup adanya tindak lanjut nyata atas aspirasi yang telah disampaikan, serta pembukaan ruang audiensi lanjutan agar komunikasi antara pimpinan dan mahasiswa tidak terputus setelah forum berakhir. BEM sebagai representasi mahasiswa juga diharapkan terus berperan aktif dalam mengawal hasil DIPAM agar dialog antara pimpinan dan mahasiswa berjalan secara transparan dan berorientasi pada solusi. “Semoga buat kedepannya DIPAM menjadi forum yang benar-benar menjembatani mahasiswa dan pimpinan secara transparan dan berkelanjutan,” harap Syafridho Martin selaku Ketua Pelaksana DIPAM 2025.
(Cleo Dewanti, Rahma Faradhina Muthmainah)
Post View : 131