Sekretariatan Gedung AS Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141
Telp Humas : 0812-8455-8810
Email : perspolinema@gmail.com


Organisasi Kemahasiswaan Intra (OKI) Politeknik Negeri Malang (Polinema) melaksanakan kegiatan studi banding dengan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Politeknik Negeri Semarang (Polines) pada 2 November 2024 yang bertempat di Polines. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), studi banding adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan di lokasi dan lingkungan berbeda dengan tujuan untuk peningkatan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, perbaikan peraturan perundangan, dan lain-lain. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kementerian Luar Negeri (Lugri) Polinema, dengan tema “Synergy Of Organization : Creating New Experiences To Develop Creativity”. Rangkaian acara dimulai dengan sambutan dari Presiden BEM Polines dan dilanjutkan sambutan dari Presiden BEM Polinema. Selanjutnya, kedua presiden BEM memperkenalkan OKI masing-masing melalui presentasi singkat. Acara diakhiri dengan pemberian cinderamata dari Polinema kepada Polines, yang diserahkan oleh Galuh Kartiko, S.H., M.Hum., sebagai perwakilan Wakil Direktur III.
Kegiatan studi banding ini telah dipersiapkan oleh Kementerian Lugri BEM dari 2-3 bulan yang lalu dimulai dari pengajuan proposal hingga penelitian tentang politeknik-politeknik yang akan dikunjungi, akomodasi, dan konsumsi. “Terkait riset akomodasi itu lebih lama dibanding riset tentang kampus dan konsumsi,” ujar Ardhio, selaku koordinator lapangan. Meskipun persiapan telah dilakukan dengan matang, beberapa kendala muncul selama pelaksanaan. Salah satu hambatan adalah kurangnya komunikasi, koordinasi dan diskusi mengenai konsepan acara. Konsep acara yang telah dirancang oleh panitia tidak dibahas bersama dengan peserta studi banding, sehingga ada rangkaian acara Leader Group Discussion (LGD) yang tidak dimengerti oleh peserta. Selain itu alasan mengapa memilih Polines sebagai lokasi studi banding pada periode ini. “Alasan kenapa memilih polines itu karena jangkauan yang lebih dekat dan juga strukturnya tidak jauh beda dengan kita tetapi bisa mengambil pelajaran atau mungkin yang bisa di terapkan di Polinema,” ujar Ardhio.
Namun, perbedaan jurusan antara Polines dan Polinema menimbulkan tantangan lain. Di Polines, tidak terdapat jurusan Teknik Kimia dan Teknologi Informasi, sehingga Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) harus bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM), dan Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HMTI) bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) selama acara. Ketua umum dari masing-masing himpunan kaget ketika tahu akan digabung ketika melakukan rangkaian acara LGD karena yang mereka paham tidak ada relevansi apapun antara jurusannya. Ardhio selaku korlap menjelaskan alasan kenapa HMTK di gabungkan dengan HMM, “HMM dan HMTK relevansinya itu dari HMM Polines memiliki laboratorium manufaktur dan dari beberapa mata kuliah di HMM polines ada korelasi dengan HMTK” ujarnya. Setelah dikatakan alasannya di technical meeting (TM) akhirnya dari ketum menyetujui dan akan melihat secara langsung apakan memang adanya relevansi antara HMM dan HMTK. Adito Wahyu Septian selaku ketua umum HMTK mengatakan “Saat di TM dikatakan kalau HMTK ada relevansi ke HMM namun saat kondisi aktual tidak ada relevansi sama sekali jadi hanya bisa membanggakan himpunan saya sendiri” ujarnya. Dikarenakan tidak dapat mengubah konsepan acara yang sudah ada, maka studi banding ini dilakukan sesuai dengan kondisi yang terjadi.
Kendala tersebut tidak menghambat jalannya studi banding yang tetap memberikan manfaat bagi Polinema. ”Sangat bersyukur telah dilaksanakannya studi banding ini dan harapannya semoga OKI Polinema bisa mengambil pelajaran dari struktur organisasi proker dan agenda nya. harapan kedua semoga bisa melakukan studi banding selanjutnya di kampus yang lebih baik,” ujar Ardhio. Adito Wahyu Septian juga menambahkan “Semoga ada koordinasi, komunikasi dan diskusi bareng dengan ketum-ketum agar dapat feedback yang setara dan informasi apapun yang didapatkan dari polines dapat diberikan ke anggota serta timeline di sesuaikan lagi,” ujarnya.
(Halifah Ayu Handayani)