Sekretariatan Gedung AS Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141
Telp Humas : 0812-8455-8810
Email : perspolinema@gmail.com


Dialog Pimpinan dan Mahasiswa (DIPAM) 2023 usai dilaksanakan dengan mengusung tema “Satukan Aspirasi, Wujudkan Politeknik Negeri Malang yang Dinamis dan Bersinergi” di Aula Pertamina Politeknik Negeri Malang (Polinema) pada Kamis (07-12). Kegiatan DIPAM dihadiri oleh seluruh undangan yang terdiri dari ketua kelas sebagai delegasi, mahasiswa umum yang telah mendaftar pada link pendaftaran pamflet DIPAM 2023 serta sivitas akademika Polinema lainnya. Kemudian tujuan diadakan kegiatan ini yaitu sebagai forum komunikasi dan penyampaian aspirasi dari mahasiswa Polinema kepada Pimpinan secara langsung. Pimpinan tersebut antara lain yaitu Direktur, dan Wakil Direktur I hingga Wakil Direktur IV. Zaghlul Yudafie Dinullah selaku Ketua Pelaksana DIPAM 2023 menuturkan bahwa tahun ini terdapat penurunan antusias pengisian angket oleh mahasiswa dari tahun sebelumnya, “Bedanya di angket. Tahun lalu lebih banyak yang mengisi, padahal form angket tahun ini sudah disebarkan sejak tanggal 17 November melalui ketua kelas,” ujarnya.
Acara sesi tanya jawab kepada Pimpinan dimulai setelah Pembacaan Rekapitulasi Angket DIPAM 2023 oleh panitia. Direktur Polinema, Surpriyatna A, S.T.,M.T., sempat menyampaikan interupsi terkait sesi tanya jawab yang sebelumnya berdurasi 20 menit dipotong menjadi 15 menit karena Pimpinan memiliki agenda lain pada pukul 10.00 WIB. Akhirnya, DIPAM pun tetap berjalan sesuai dengan interupsi durasi dari Direktur. Selama sesi tanya jawab, Muhannad Aftab selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Polinema Lumajang menyampaikan aspirasinya mengenai fasilitas di Kampus PSDKU yang belum memadai dan belum sesuai dengan jurusan yang ada. Ahmad Ainul Efendi, mahasiswa jurusan Teknik Elektro, juga menyampaikan aspirasinya terkait pelarangan Organisasi Ekstra Kampus (Ormek) di Polinema, sementara di kampus lain mengizinkan keberadaan Ormek. “Sesuai Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 55 sudah melegalkan Ormek untuk beraktivitas di lingkungan kampus. Sedangkan di Polinema masih dilarang, makanya saya meminta kejelasan kepada Pimpinan,” ujar Efendi. Selain itu, beberapa aspirasi lainnya juga disampaikan, seperti kejelasan distribusi seragam untuk angkatan 2023 yang belum disalurkan kepada mahasiswa, kejelasan mengenai website laporan keuangan Badan Layanan Umum (BLU), serta permasalahan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai belum tepat sasaran, dan lain sebagainya.
Sayangnya dengan adanya keterbatasan waktu, penyampaian aspirasi masih belum menyeluruh. “DIPAM kali ini menurut saya kurang efisien karena keterbatasan waktu dalam penyampaiannya,” ungkap Yudafie. Kementerian Kesejahteraan Mahasiswa (Menkesma) BEM nantinya akan mengadakan agenda rutinan yaitu Tenda Advokasi guna menampung aspirasi mahasiswa yang belum disampaikan di kegiatan DIPAM, selanjutnya Menkesma akan menyampaikan langsung kepada Pimpinan Polinema. Selain itu, Wakil Direktur III, Dr. Eng. Anggit Murdani, S.T., M.Eng., menanggapi bahwa untuk pembahasan Ormek lebih lanjut dapat menemui beliau diluar DIPAM.
Kegiatan DIPAM tahun ini terasa singkat dan kurangnya antusias dari mahasiswa dalam penyampaian aspirasinya. Efendi menyampaikan harapan agar DIPAM tahun selanjutnya lebih tersusun dengan baik, waktu yang diberikan lebih banyak dan banyak yang hadir, “Semoga lebih tertata, lebih siap, dan transparan terhadap mahasiswa umum serta aspirasi-aspirasi yang telah disampaikan segera direalisasikan oleh Pimpinan,” ujarnya.
(Dea Imamatul Ramadhani)